UA-111174953-1

Rabu, 19 Januari 2022

Pengalaman Turun ke Pantai Kelingking Nusa Penida - Pantai Terbaik di Bali dan Dunia


Terletak di bagian barat Pulau Nusa Penida, Kelingking Beach atau Pantai Kelingking menjadi destinasi terfavorit bagi para wisatawan. Tak heran kalau Pantai Kelingking terpilih menjadi pantai paling instagramable di dunia menurut situs money.co.uk.sepanjang tahun 2021.

Untuk menuju ke Pantai ini, kalian perlu naik fast boat dari Pelabuhan Sanur dengan waktu tempuh sekitar 45 menit. Harga yang ditawarkan yakni Rp75.000 (saya pesan online). Beda fast boat yang kalian naiki, beda juga pelabuhannya. Namun ada beberapa fast boat yang menepi di dermaga yang sama.

Ada beberpa pelabuhan di Nusa Penida seperti Pelabuhan Banjar Nyuh, Toya Pakeh dan juga Pelabuhan Sempalan.

Saat itu saya memilih Maruti Fast Boat karena tersedia jam keberangkatan paling pagi dan menepi di Pelabuhan Toya Pakeh.

Dari Toya Pakeh, perjalanan ke Pantai Kelingking menempuh waktu 30 – 40 menit. Jalanannya mulus dan suasananya pun sangat tenang. Saya sangat menikmati pejalanan ke Pantai Kelingking dengan motor sewaan seharga Rp75.000 per hari.

Perjalanan menuju Pantai Kelingking dari Toya Pakeh

Sesampainya di pintu masuk Pantai Kelingking, kalian akan diminta untuk membeli tiket masuk seharga Rp5.000 per motor.

It was like a dream when you arrived!

Pemandangan yang disajikan sangat- sangat menakjubkan! Angin sepoy-sepoy, terik matahari dan ditambah kokohnya gundukan bukit yang orang bilang membentuk jari kelingking, membuat saya pribadi seakan tersihir akan keindahannya. Serius. Kaya ga mau kedip. Pengennya ngeliatin ke pantai terus. Haha

Lebih mirip jari kelingking atau badan T-Rex?

Setelah puas menikmat keindahan “T-rex island”, saatnya turun tangga menuju pantainya!

Tangga di sana jaraknya tinggi-tinggi banget. Jadi butuh effort lebih untuk naik turun tangganya. Tapi enaknya tangga tersebut sudah dibangun dengan baik.

Tangganya rapi dan aman untuk dilewati

Sayangnya pembangunan tangga hanya setengah jalan saja. Untuk menuju pantainya, kalian hanya akan menemukan tanah setapak yang sudah dibentuk seperti tangga dengan pegangan di sebelah kiri kalian.

Dibandingkan dengan Pantai Diamond atau Diamond Beach, jalan turun menuju Pantai Kelingking ini lebih extreme dan berbahaya jika kondisi fisik kalian tidak sedang dalam keadaan fit.

Benar-benar seperti wall climbing. Namun, dengan tidak dilengkapi dengan alat keselamatan. Haha

Turun menuju pantainya kurang lebih membutuhkan waktu setengah jam atau lebih. Sedangkan naiknya? Tentu lebih dari 45 menit!

Jalan menuju pantai

Semua yang kalian lalui mulai dari jalan yang agak licin berpasir, ditambah harus membuat perhitungan step mana saja yang akan kalian injak, juga keringat yang bercucuran, terbayarkan setelah menginjak pasir putihnya!

Gradasi air lautnya juara banget! Ombaknya juga asik plus pasirnya juga halus bangeeet.

Di tepi tebing ada beberapa pohon besar yang bisa dijadikan tempat berteduh dan tempat ganti pakaian. 

Puas banget main air di sini

Pohon di sisi tebing bisa jadi tempat berteduh

Ada juga semacam goa di sebelah kanan dan kiri pantai yang cantik banget untuk berfoto. Jadi ga cuma foto sama ombak aja kan, hehe.

Ini goa di sebelah kanan

Namun ada saja hal yang disayangkan dari pantai seindah ini, yakni banyaknya sampah berserakan. Mulai dari botol plastic, plastic ciki, styrofoam mie instan, bekas kayu bakar, bantal leher, bahkan ada oli yang berserakan di pasir. Hufff. Tapi yasudahlah.

Oiya, saat sore hari, kalian bisa menyaksikan sunset yang sangat indah, lho.

Karena perjalanan pulang menaiki tebing memakan waktu yang lama, jadi saya bergegas lebih cepat karena takut gelap di jalan naik.

Hanya satu tangga untuk naik dan turun

Pemandangan dari atas

Sesampainya di atas, kalian bisa mandi di tempat bilas seharga Rp5.000 dan memesan makanan atau kelapa muda untuk melegakan tenggorokan setelah perjalanan yang sangat panjang dan melelahkan. Fiiuh.

Saya sangat bersyukur bisa kembali ke atas dengan selamat dan juga bisa menikmati keindahan salah satu pantai terbaik di dunia. 

Mengingat trek ke Pantai Kelingking ini sangat-sangat tidak bersahabat, ada baiknya kalian olahraga seminggu sebelumnya agar fisik terutama otot kaki kalian kuat menopang beban tubuh kalian hihi.

Lanjut ke tips and tricks:

Datang lebih awal

Sebagai destinasi teratas di Nusa Penida, tentu banyak orang yang datang. Usahakan agar kalian datang sepagi mungkin agar bisa lebih menikmati pemandangan dengan leluasa. Saya datang sudah sore jadi agak ramai.

Turun sedikit

Beranikan diri untuk menyusuri anak tangga yang sudah dibuat dengan rapi. Di sana kalian akan mendapati angel foto yang lebih keren.

Bawa tripod

Tripod atau tongsis menjadi alat andalan ketika kalian ingin mengambil foto untuk selfie. Ketika foto selfie sudah cukup, jangan ragu untuk meminta tolong wisatsawan lainnya untuk mengambil foto kalian dengan pemandangan full hehe. They were so friendly.

Sediakan pakaian ganti

Untuk kalian yang hendak turun tebing menuju pantai, jangan lupa untuk selalu membawa pakaian ganti atau pakaian renang. Karena kalian ga akan tahan kalo ga kena air ketika sudah berada di bawah!

Pakai sepatu atau sandal yang tidak licin

Yap! Alas kaki menjadi factor penting ketika kalian turun tebing karena jalanannya yang tidak rata dan agak licin karena berpasir.

Bawa air mineral atau makanan sendiri

Sesampainya di pantai, air mineral bagaikan berlian! Karena tidak ada yang jualan di sekitar pantai, akan lebih baik kalau kalian bawa minum dan makanan sendiri. Tapi kalau kalian hanya menikmati pantai dari atas saja, tentu ada banyak warung.

Sekian sharing kali ini tentang pengalaman mengunjungi Pantai Kelingking Nusa Penida. Kalian juga bisa mengunjungi tempat wisata yang tidak jauh dari sini yakni Angel's Billabong dan Broken Beach.

 

Senin, 10 Januari 2022

Guyangan Waterfall / Mata Air Guyangan Keindahan Tersembunyi di Nusa Penida


Tangga Menuju Mata Air Guyangan

Wisata alam di Nusa Penida yang sangat menakjubkan salah satunya adalah Guyangan Waterfall atau Mata Air Guyangan yang terletak di Desa Batu Kandik.

Untuk menuju tempat wisata ini, kalian dapat menempuh perjalanan selama kurang lebih 48 menit atau sejauh 21.8 km dari Pelabuhan Banjar Nyuh. 


Kalian bisa menggunakan kendaraan mobil maupun motor. Untuk kalian yang pergi sendiri atau berdua pasangan/teman dan ingin menghemat pengeluaran, kalian bisa menyewa motor dengan harga pasaran Rp70.000 - Rp150.000 per hari tergantung merk motor yang kalian sewa. Tetapi, jika kalian mementingkan kenyamanan dan tidak ingin berpanas-panasan, tentu saja kalian bisa menyewa mobil dengan harga minimal Rp350.000 per hari tanpa driver.

Pada trip kali ini, saya sewa motor Scoopy untuk dua hari seharga Rp150.000 (Rp75.000 per hari). Menurut saya, selain lebih hemat, naik motor di Nusa Penida sangat menyenangkan karena bisa berinteraksi langsung dengan anak-anak yang sedang main di pinggir jalan. Mereka selalu menyambut kami dengan melambaikan tangan dan  berteriak "halo" ketika kami melewati mereka.

Selain itu, karena jalanan di Nusa Penida tidak terlalu besar, pengendara mobil harus berhati-hati terutama jika ada kendaraan lain dari arah berlawanan dan ketika tanjakan dan belokan tajam. Hal ini bisa memperlambat kecepatan mobil dibandingkan dengan menggunakan motor.

Selamat datang di Guyangan Waterfall atau Mata Air Guyangan

Guyangan Waterfall. Saya lebih suka menyebut tempat ini dengan Mata Air Guyangan karena saya tidak menemukan air terjun yang besar hehe. Ini preferensi saya ya. Memang ada aliran air dari atas, namun tidak seperti air terjun pada umumnya.

Tempat ini memiliki arah yang sama dengan Manta Point, spot untuk diving atau snorkeling dengan keindahan alam bawah lautnya. Jadi, kalian bisa mengunjungi dua tempat dalam satu hari. Saya sarankan agar mengunjungi Guyangan terlebih dahulu, karena akan capek banget naik turun tangganya.

Manta Point ke kiri dan Mata Air Guyangan lurus
 

Sebelum memasuki Mata Air Guyangan, kalian tidak dikenakan biaya masuk kok, hanya saja kalian wajib menyewa sarung untuk menutupi tubuh bagian bawah seharga Rp10.000 per orang.

Mengapa harus memakai sarung, karena di bawah sana ada Segara Kidul Tempel atau Pura Suci untuk beribadah dan juga untuk melukat.

Bagi para wanita yang sedang menstruasi, kalian dilarang untuk memasuki tempat ini. So, pastikan kalian not on your periode ya kalo ke sini.

Tulisan ini terpampang di jalan masuk

Memasuki gerbang awal, kalian sudah disambut tangga turun yang dibuat dari semen atau batu dengan pegangan di bagian kiri. Beberapa menit kemudian, kalian sudah menemukan tangga biru iconic yang terbuat dari besi dan beberapa kabel tebal hitam di bagian kanan kalian.

10 -15 menit pertama, kalian hanya menuruni tangga dengan pemandangan hutan. Namun, setelah itu kalian akan menemukan pemandangan mewah dengan hamparan laut luas dan tebing-tebing yang dilengkapi dengan gundukan tebing kecil di sampingnya. Luar biasa indahnya!

Tangga masih terbuat dari semen

Tangga biru iconic terbuat dari besi

Ingin rasanya terus memfoto dan merekam perjalanan tersebut, tapi karena medannya cukup terjal, jadi agak ngeri untuk pegang HP dan hanya berpegangan satu tangan di  pegangannya.

Jika kalian pernah nonton acara Fear Factor, beda tipislah sama jalur menuju Mata Air Guyangan ini. Karena ada suatu saat, di mana kalian harus melewati tangga kayu biru yang langsung berhadapan dengan tebing dan laut dibawah kalian dan tangga kayu tersebut goyang! 

Masih mau megang HP? Saya sih Big No! haha

Tapi, semua rasa capek dan adrenalin yang numpuk maksimal akan terbayar ketika kalian tiba di Pura Segara Kidul. Ada rasa lega, senang, semangat dan kagum jadi satu.

Kalau kalian melihat ini, selamat! kalian sudah sampai

Air suci untuk melukat

Tanah di sekitar pura beberapa dialiri oleh air, jadi agak licin. Pastikan kalian tetap memerhatikan tanah ya, pemandangan nomor dua dulu di sini. Yang penting keselamatan dulu.

Tetap jalan melewati pura, kalian langsung bisa menemukan Infinity Pool alam khas Nusa Penida, Yap! Kolam Mata Air Guyangan!! Yeay! Akhirnya sampai!

The Real Infinity Pool

Tampak dari atas


Untungnya saat saya tiba, tidak ada orang sama sekali. Sangat sepi. Dan di pura pun tidak ada orang. Sangat beruntung sekali, karena saya bisa menikmati kolam indah ini secara eksklusif hehe.

Airnya sangat segar dan jernih. Ombak yang menghantam karang pun terlihat sangat perkasa dilihat dari kolam ini. Keren banget pokoknya!

Ada tiga layer kolam. Entah ini buatan atau alami. Tapi dilihat dari bentuknya, sepertinya buatan. Terlepas dari buatan atau tidak, kolam di sini cantik dan sangat menakjubkan. 

Ada air pancur juga di bagian atas kolam.

Air pancur di atas kolam

Tiga layer kolam Mata Air Guyangan

 

Tips and Tricks;

1. Beli atau bawa air mineral 

    Perjalanan yang melelahkan bikin haus sampe ke ubun-ubun. Pastikan kalian tetap terhidrasi dengan baik ya.

2. Bawa baju renang dan baju ganti

    Anggap saja kalian pergi ke pantai. Bedanya air di sini tidak asin dan tidak ada pasir. Ada toilet dan tempat bilas di dekat penyewaan sarung. Kalian bisa bilas di sana. Harganya Rp5.000 per orang.

 3. Pakai sepatu atau sendal yang aman

    Sama ketika kalian menuruni Pantai Kelingking atau Pantai Diamond, alas kaki sangat penting demi keamanan kalian. Bedanya, di sini tangganya jauh lebih baik dibandingkan tangga-tangga di jalur pantai hits Nusa Penida tersebut.

4. Tetap berperilaku sopan

    Karena ini adalah wilayah suci, kalian bisa jaga sikap dengan tidak berperilaku aneh-aneh dan berteriak atau tertawa kencang. Intinya jangan ngadi-ngadi ya hehe.

5. Women on Period Do Not Enter

    Yap. Sudah diwanti-wanti nih, cek tanggalan menstruasi kalian para ciwi-ciwi. Jangan sampai ke sini saat sedang haid ya. 

6. Jangan buang sampah sembarangan

    Ini harusnya tidak usah ditulis. Kalian semua pasti sudah paham etiket mengunjungi tempat wisata dengan tidak buang sampah sembarangan. Tapi. saya hanya ingin menulisnya saja biar tetap teringat-ingat :))

Oke deh sekian sharing pengalaman berkunjung ke Mata Air Guyangan. Untuk kalian yang ingin ke sini, pastikan kalian dalam keadaan fit ya karena medannya cukup bikin deg-deg serrrr.


 


Senin, 01 November 2021

Blog - Kondisi Pariwisata Bali per Oktober 2021 - New Normal

     

 

Pantai Melasti, Bali

    Pada Okober 2021, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengumumkan bahwa Bali akan dibuka untuk wisatawan asing dan mulai membuka tempat-tempat wisata dengan protokol kesehatan ketat.

    Hal tersebut menjadi angin segar bagi para pelaku industri pariwisata juga para calon wisatawan.

    Rencana ke Bali pada bulan Oktober 2021 sudah saya rencanakan dari jauh hari. Dengan demikian, banyak sekali keuntungan yang didapat, yakni harga pesawat yang lumayan miring dan harga hotel atau villa berkelas yang diskon hampir 70%!

    Bayangkan saja, harga villa lengkap private pool di Ubud yang biasanya mencapai Rp4.000.000 per malam, saat itu dibandrol Rp999.000 per malam!

    Lalu, hotel aesthetic di Canggu yang menjadi favorit para seleb seharga Rp1.000.000 per malam, menjadi Rp450.000 saja per malam.

    Tapi, harga-harga tersebut sudah tidak berlaku saat ini. Saya sudah mengecek harga dan harganya mengalami kenaikan hingga 20-30% dari harga sebelumnya. Tapi, ada juga beberapa yang masih memberi diskon besar-besaran.

    Good for them. Semoga sektor perhotelan kembali membaik.

    Bicara mengenai hotel, ada beberapa hotel yang memang terpaksa menon-aktifkan sementara hotelnya selama pandemi ini. Terlihat dari statusnya di e-commerce pemesanan hotel yang menunjukan temporarely closed. 

    Beberapa hotel tersebut juga terjadi di wilayah Kuta dan Legian.

    Kuta dan Legian yang selalu ramai dengan toko-toko kerajinan, pakaian, salon dan aneka kebutuhan lainnya, terlihat sangat sepi. Bahkan, hampir 80% toko tutup. Wilayah yang hampir tidak pernah tidur, sangat kosong di jam 8 malam. Seperti bukan di Kuta dan Legian.

    Suasana berbeda nampak di Seminyak dan Canggu. Walaupun tidak seramai sebelumnya, namun saya masih bisa melihat cukup banyak cafe dan toko-toko yang buka. Bahkan hotel tempat saya menginap pun, sudah full booked.

    Banyaknya para pekerja Work from Destination menjadi salah satu faktornya. Selain hotel-hotel di Seminyak dan Canggu banyak menawarkan promo mingguan bahkan bulanan, di daerah tersebut juga banyak tersedia cafe-cafe cantik dan nyaman untuk bekerja.

    Para wisatawan pun memilih daerah tersebut untuk memudahkan mereka mencari tempat makan siang dan malam dengan banyaknya pilihan.

    Namun demikian, semua cafe atau restaurant di Seminyak dan Canggu wajib mengikuti aturan pemerintah, yakni tutup pada jam 8 atau 9 malam tergantung peraturan PPKM level berapa yang berlaku pada saat itu.

    Beach club seperti Woobar, Cafe del Mar, Ibiza in Bali, Finns Beach Club, Potatohead dan lainnya juga tutup pukul 9 malam.

     Menurut saya, beach club adalah tempat yang cocok untuk dikunjungi khususnya bagi kalian para sunset lover karena konsep tempatnya sebagian besar adalah outdoor dan memiliki ruang yang luas. Peluang berkerumun cukup kecil, ditambah lagi pengunjung yang tidak terlalu ramai jika di hari kerja.

    Tapi jangan lengah, protokol kesehatan harus tetap dijalankan ya.

 

Traveling - Bali 2021 | Syarat Masuk Bandara dan Tes Covid-19 Liburan New Normal

    Oktober 2021 tepatnya tanggal 16 - 20, menjadi pengalaman baru bagi saya dalam melakukan plesiran khususnya dengan perjalanan udara. Tidak usah ditanya kenapa, karena kita semua tahu. Because of Covid 19.

    Kurva penyebaran Covid 19 yang melandai, pemberlakuan PPKM Level 3 dan masifnya pemberian vaksin Covid 19 membuat saya cukup confident untuk kembali menyicipi segarnya udara Pulau Bali. 

    Terlepas dari hal-hal di atas, pencegahan tetap selalu saya lakukan dengan selalu memakai masker, sering cuci tangan, menjaga jarak dan menghindari keramaian selama melakukan perjalanan.

    Lalu, apa saja syarat dalam melakukan perjalanan udara dari Jawa ke Bali? (hingga 20 Oktober 2021)

1. Download aplikasi Pedulilindungi di smarphone kalian

2. Hasil negatif tes antigen dalam 1 x 24 jam sebelum keberangkatan (Pulang dan Pergi) bagi yang sudah divaksin dua kali. Hasil tes negatif tes PCR bagi yang divaksin satu kali.

    Ini akan dicek dalam aplikasi Pedulilindungi

3. Mengisi EHAC yang ada di aplikasi Pedulilindungi.

    Ini berisi tempat asal dan tempat tujuan yang akan kita kunjungi. Tujuannya agar mempermudah pemerintah dalam mentracing jikalau ditemukan kasus positif Covid 19.


    Sesampainya di Bandara Soekarno-Hatta, pastikan smartphone kalian dalam keadaan aktif dan memiliki sambungan internet ya karena kalian harus mengisi EHAC di aplikasi Pedulilindungi.

    Sebelum masuk bandara, kalian harus mengisi form di PC bandara untuk menunjukan kalian layak bepergian atau tidak.

    Form berisi keterangan nama dan nomor KTP. Setelah mengisinya, akan muncul status vaksinasi dan hasil tes antigen / PCR kalian. Hasil tersebut harus kalian foto dan nantinya ditunjukan kepada petugas untuk masuk bandara.


 

    Congrats!!

    Rasanya lega banget bisa masuk bandara haha.

    Setelah berhasil masuk bandara, proses selanjutnya seperti biasa. Check in atau cetak boarding pass bagi yang sudah web check in.

Wuuuzzzzz. 

    Sesampainya di tempat tujuan, kalian tinggal menunjukan EHAC kepada petugas bandara untuk bisa keluar bandara sekaligus memasuki wilayah destinasi kalian. Mudah bukan?

You nailed it!

Have fun, guys!! Semoga tulisan ini membantu untuk kalian yang ingin segera bepergian dengan jalur udara baik untuk work from destination, liburan atau mengunjungi keluarga di luar kota.

Good luck and stay safe, everyone!

Jumat, 22 Oktober 2021

New Normal 2021 Cara ke Nusa Penida dan Diamond Beach : Harga Tiket Fast Boat, Tiket Masuk Pantai dan Tips and Tricks








Setelah beberapa tempat wisata ikonik di Bali sudah kalian kunjungi, saatnya kalian menyebrang pulau menuju Nusa Penida untuk menemukan keindahan alam yang tidak ada duanya.

Penyebrangan menuju Nusa Penida yang paling favorit bagi para turis yakni dari Pelabuhan Sanur. Selain lokasinya yang cukup dekat dengan area Kuta dan Seminyak, pilihan fast boatnya juga banyak.

Untuk mendapatkan tiket fast boat, kalian bisa membelinya dengan cara offline dan online. Jika kalian berencana membeli tiket offline atau on the spot, kalian bisa langsung mengunjungi counter fast boat di pelabuhan. Ada banyak sekali pilihan dengan waktu keberangkatan yang berbeda-beda.

Jika kalian membeli tiket secara online, kalian hanya tinggal menunjukan bukti pembelian di counter fast boat pilihan kalian dan langsung disuruh menunggu fast boat untuk berangkat.


Beberapa counter tiket di Pelabuhan Sanur


Saya sendiri memilih beli online, karena selain mudah dan tidak perlu membawa uang cash, kita juga tidak peru mengantri untuk proses transaksinya. Beruntung jika pengunjung sedang sepi, tapi kalau ramai terlebih bersamaan dengan rombongan wisatawan, kalian bisa antri setengah jam sendiri, lho. Selain itu, ketersediaan tiket pun menjadi concern saya dalam membeli tiket online.

Saya memilih Maruti Fast Boat untuk perjalanan kali ini karena berangkat dengan waktu cukup ideal yakni pukul 08.30, tujuan Pelabuhan Banjar Nyuh, Nusa Penida dengan harga Rp75.000 per orang. Jadi pulang pergi totalnya Rp150.000.


Jalan sedikit dari tempat penjualan tiket



Fast Boat Maruti Express


Perjalanan ke Nusa Penida ditempuh sekitar 45 menit. Tidak terasa ombang-ambing ombaknya, cukup smooth, jadi cocok untuk tidur sejenak hehe.

Sesampainya di Pelabuhan Bandar Nyuh, saya langsung bertemu Mas Dayat, penyewa motor. Harga sewanya Rp70.000 per hari. Tujuan saya adalah menuju Diamond Beach!


Dermaga Maruti Express






Butuh waktu 53 menit perjalanan menggunakan motor. Pemandangan jalanan di sini tidak akan membuat kalian bosan, karena jalannya menyusuri pantai dan beberapa kali membelah gunung. Tak heran jalanannya banyak tanjakan dan turunan.


Jalanan menuju Diamond Beach





Sekitar pukul 10.00, bertepatan dengan anak-anak pulang sekolah. Jadi jalanan cukup ramai oleh pelajar SMP dan SMA yang mengendarai motor. Kalau anak-anak SD, mereka jalan kaki rame-rame. Gemess deh.

Yang menarik, saat memasuki pedesaan, ada segerombolan anak-anak SD yang lagi duduk-duduk sambil beli gulali di bawah pohon. Saat melihat motor saya, mereka langsung sigap berdiri dan say “HELO”!!!. Waah semakin gemaasss. Dan ga cuma sekali, kami disambut tiga kali sama anak-anak SD yang sedang dalam perjalanan pulang sekolah. They are so adorable! Yang terakhir, sempat saya videokan di Youtube saya, hihi.


Haloooooo ;D



Sesampainya di pintu masuk Diamond Beach, saya diminta untuk memberi uang sumbangan seikhlasnya ke dalam kotak kayu.


Welcome to Diamond and Atuh Beach


Untuk kalian yang ingin menuju Diamond Beach, kalian bisa jalan ke kanan, sedangkan Atuh Beach kalian jalan ke kiri. Jadi, ini adalah pintu masuk menuju Diamon Beach dan juga Atuh Beach.


Kanan Diamond Beach, Kiri Atuh Beach


Diamond Beach dari atas tebing



Atuh Beach dari atas tebing



Pemandangan Diamond Beach dari atas aja udah baguuuuss banget! Keliatan banget airnya jernih gradasi hijau ke biru, ditambah pasirnya bersih banget. Bawaannya pengen nyebur. Tapi, buat sampe ke pantainya, kalian harus nurunin ratusan anak tangga yang lumayan terjal!

Saking terjalnya, sampe disediakan tali tambang buat turun! Haha udah kaya latihan turun tebing.

Tapi, jauhnya jarak dari atas ke pantai dan terjaalnya anak tangga, itu semua sepadan banget sama pemandangan dan suasana pantai Diamond Beach.

Sebelum mencapai pasir pantai, ada spot ayunan dan semacam sangkar gitu yang bagus buat jadi spot foto. Tapi, ga gratis. Kalian harus mengeluarkan kocek Rp100.000 untuk ayunan dan Rp50.000 untuk foto di sangkar. Hmmm lumayan ya. Harga air mineral 1 liter bahkan dibanderol Rp30.000 dan air mineral 600ml Rp20.000!


Spot foto menarik di Diamond Beach


Sesampainya menapaki pasir pantai, ombaknya ga terlalu kencang jadi cocok banget buat yang cuma main-main air aja. Batu karang yang besar-besar juga cakep buat foto-foto. Tapi, kalo udah jauh-jauh turun ke pantai tapi ga berenang, rasanya kaya ada yang kurang ga sih? :D

Siapa yang ga pengen main air di sini


Untuk kalian yang ingin mengunjungi Diamon Beach, berikut saya kasih tips dan triknya:

1. Berangkat paling pagi, pulang paling akhir

Karena saya hanya one day trip, usahakan pilih fast boat yang berangkat paling pagi dan pulang paling sore.

2. Makan dulu.

Usahakan perut kalian kenyang ya. Karena tidak ada tukang makanan di kawasan Diamond Beach, hanya ada warung saja. Tapi, ada beberapa café di sebelum masuk kawasan Diamond Beach.

3. Pakai alas kaki yang nyaman

Sandal atau sneakers adalah pilihan yang terbaik, apalagi kalau kalian hendak turun ke pantai.

4. Sunblock dan kacamata

Ini yang sangat penting. Kalo lagi terik, panasnya bikin silau mata banget. Pakai sunblock pastinya bikin kulit kalian terhindar dari sunburn ya.

5. Bawa baju ganti

Walaupun kalian tidak berencana untuk berenang, tidak ada salahnya bawa baju ganti karena akan ada rasa ingin berenang kalo udah ketemu air laut hehe

Di sini ada toilet yang bisa dipakai untuk mandi kok.

6. Turunin lebih jauh anak tangga

Kalau kalian mau dapet foto yang sepi dari orang-orang, coba deh beraniin turun lebih jauh. Hasilnya akan jadi lebih cakep!



Terobos ke bawah biar agak sepi hehe


Terlalu bagus pemandangan dari sini


Sekian sharing kali ini. Semoga bermanfaat ya. Kalau ada yang ingin kalian tanyakan, bisa komen di bawah.

See you! Have a nice trip!

Senin, 12 Oktober 2020

Meningkatkan Imunitas Anak dengan Pencernaan Sehat

            Tulisan ini adalah rangkuman dari webinar yang diadakan pada Kamis, 8 Oktober 2020 oleh Kalbe dengan narasumber dr.Yeni Halim (M.Ked) Ped, Sp.A dari RS Hermina Medan dengan topik "Pencernaan Sehat, Tingkatkan Daya Tubuh Anak".

 

Sistem Saraf Pencernaan adalah Otak Kedua (Foto: www.ecoparent.ca)


                 Seperti yang kita ketahui bahwa usus (pencernaan) merupakan otak kedua yang berada di tubuh manusia. Di dalam usus terdapat microbiota (kumpulan bakteri yang menetap di system pencernaan) yang terdiri dari bakteri baik dan bakteri jahat. Jika terlalu banyak bakteri jahat, maka imunitas tidak terbentuk sehingga anak sering sakit. Sebaliknya, jika lebih banyak bakteri baik, bakteri akan mengirimkan sinyak ke otak, lalu otak mengirim hormon-hormon baik yang memengaruhi imun tubuh, mood bahagia anak, nafsu makan, dll.

                Gangguan system pencernaan tersering pada anak di bawah usia 2 tahun biasanya seperti regurgitasi (refluks dan gumoh), kolik, konstipasi fungsional, diare berulang dan buang angin terus menerus.

Jika system pencernaan anak tidak sehat terus menerus, maka ada kemungkinan anak memiliki kemampuan berpikir lebih rendah di kemudian hari hingga gangguan perilaku seperti mood yang tidak stabil.

Ciri-ciri pencernaan anak yang sehat dan tidak sehat dapat dilihat dari tanda berikut:

  • Gerakan usus: BAB lancar 1 atau 2hari sekali dan tidak keras
  • Bentuk perut: kembung atau datar
  • Gas: buang angin berbau tidak bagus karena terlalu banyak kotoran
  • Kulit: kemerahan, eksim, jerawat, ruam dll, yang ditimbulkan akibat dari gangguan saluran cerna
  • Perilaku mood: jika anak lemas, murung, tidak riang, dll bisa jadi ada yang tidak beres dengan system pencernaanya. Pencernaan lancar, hormone bahagia seperti serotonin dapat terbentuk
  • Imunitas: anak sehat pasti pencernaan sehat. 70% system kekebalan tubuh berada di usus.
  • Tingkat energy anak. Usus yang tidak sehat tidak akan maksimal dalam menyerap nutrisi dari makanan, sehingga anak bisa lemas, ingin makanan manis, dll.
Factor gangguan pencernaan pada anak:
  • Makan berlebihan dalam waktu singkat
  • Posisi setelah makan tidak tepat
  • Posisi usus belum makasimal
  • Kurang interaksi orang tua dan bayi
  • Kurang serat dan cairan
  • Mikrobiota usus tidak sehat
Factor yang memengaruhi bakteri baik pada usus anak:
  • Metode kelahiran (normal/sesar). Bakteri pada anak yang lahir normal akan lebih bervariasi, dibandingkan bakteri pada anak yang lahir sesar karena hanya mendapat bakteri dari kulit.
  • Penggunaan antibiotic: menghancurkan bakteri baik di usus
  • Nutrisi ASI – Formula: pada ASI banyak sel imunitas ibu yang ditransfer kepada anak
  • Lingkungan: pengaruh kebersihan
Apa yang harus dilakukan?
  • Memberikan anak makanan kaya akan makro dan mikro nutrient
  • Memperhatikan posisi menyusui atau makan yang benar
  • Memperhatikan tekstur makanan untuk anak di bawah usis 2 tahun
  • Pijat lembut perut jika anak kembung

Informasi tambahan:

Anak sudah makan dan ngemil tapi tidak gemuk-gemuk?

-         Ibu hitung kalori terperinci, sesuaikan dengan aktivitas anak. 100kkal per hari, konsultasi ke dokter gizi. Penyerapan tidak sempurna jadi memengaruhi BB anak.

Bagaimana cara menjaga system saluran cerna?

-        Beri anak makan makanan sehat secara proporsional, cukup serat dan cairan yang cukup.

Anak tidak mau makan, hanya mau susu saja?

-        Orang tua harus kreatif dalam memberi makan anak karena fisiologis anak di atas 1 tahun membutuhkan sumber nutrisi lain selain dari susu.

MPASI normalnya diberikan pada anak usia 6 bulan, tapi WHO menganjurkan boleh 4 bulan jika kenaikan badan tidak sesuai target dan tetap memerhatikan bahwa pemberian MPASI harus tekstur yang halus.