UA-111174953-1

Minggu, 15 Januari 2017

Takjub Kecantikan Desa Penglipuran Bali

Desa Penglipuran di Kabupaten Bangli
Selain terkenal dengan keindahan pantainya, Bali juga dikenal dan digemari para wisatawan lokal dan internasional karena keelokan alam dan budaya Bali yang masih dijunjung tinggi oleh penduduknya. Hal tersebut dapat dilihat dari beberapa desa adat yang tetap memertahankan nilai-nilai leluhur dan menjaga budaya agar tetap lestari. Salah satu dari desa adat tersebut adalah Desa Penglipuran yang terletak di Kabupaten Bangli. Sebuah desa konservasi yang dipelihara oleh pemerintah agar kebudayaan setempat tetap terjaga.

Jaraknya 53 km dari Kuta dengan waktu tempuh 1 jam 34 menit. Perjalanan menuju desa ini termasuk mudah karena hanya mengikuti jalan dan sesekali belok kanan dan kiri. Jalanan mulai berkelok-kelok saat menaiki dataran tinggi. Sebaiknya kalian menggunakan aplikasi “map” untuk memudahkan perjalanan kalian karena pada titik tertentu tidak ada penunjuk arah ke desa ini.

Perjalanan satu setengah jam pun tidak terasa karena kalian bisa melihat hal-hal seru sepanjang perjalanan seperti terasering sawah, pura-pura kecil di pinggir jalan, dan lain-lain. Sampai di gapura pembelian tiket, kalian dapat membeli tiket masuk Rp10.000 untuk satu mobil. Untuk masuk ke dalam, semua kendaraan harus diparkir di tempat yang sudah disediakan di depan pintu masuk.

Saat menginjakkan kaki di Desa Penglipuran, kalian langsung disambut dengan kemegahan Pura Penataran yang menjadi tempat utama untuk ibadah oleh penduduk desa ini. Ada bale juga, tempat menyediakan kostum adat Bali agar lebih terasa suasana Balinya. Saat melihat langsung ke arah rumah-rumah penduduk, rasa takjub langsung muncul karena kerapihan, kebersihan, dan keseragamannya. Banyak juga anjing-anjing kecil ras kintamani berkeliaran di sekitar rumah. 

Pura utama untuk ibadah
Detail ornamen yang dipasang tinggi saat ada upacara

Pura Penataran dari sisi rumah penduduk

Penglipuran menurut penduduk sekitar berarti pengeling pura atau tempat suci untuk mengenang para leluhur mereka. Desa ini memiliki pura utama di bagian utara, yaitu Pura Penataran yang digunakan untuk upacara besar oleh penduduk sekitar. Tegak lurus dengan pura tersebut, terdapat jalan utama yang membagi rumah-rumah di bagian barat dan timur. Setiap rumah berhadapan langsung secara simetris dengan angkul-angkul atau gerbang masuk rumah yang berbentuk seperti pura. Pengunjung diperbolehkan masuk ke dalam gerbang tersebut dan melihat rumah di dalamnya. Setiap rumah biasanya terdapat pura kecil untuk ibadah dan bale atau tempat berkumpul. Beberapa di antara rumah tersebut menjadikan bagian depan rumah (di samping gerbang) sebagai warung yang menjual makanan dan minuman ringan juga aksesoris dan kerajinan tangan.

Gapura rumah


Tidak ada sampah satu pun

Jalan utama yang membagi rumah-rumah di bagian barat dan timur

Ada juga tempat khusus pembelian oleh-oleh yang berisi kerajinan tangan penduduk setempat dan barang-barang khas Bali lainnya seperti hiasan kepala, kain batik Bali, pakaian adat Bali, miniatur pura, hiasan rumah, dan lain-lain. Selain menjual oleh-oleh, di sini juga terdapat tempat makan yang menjual makanan khas Bali.


Berlama-lama di sini, rasanya tidak ingin segera beranjak dari desa yang sudah ada dari abad ke 18 ini. Penduduknya yang ramah, suasana sejuk, udara bersih, rasa damai, dan interior bangunan yang indah, membuat siapa pun ingin tinggal di desa ini lebih lama. Untuk itu, di sini pun disediakan homestay bagi kalian yang belum bisa move on dari salah satu desa terbaik dunia ini. Mau coba?

Senin, 09 Januari 2017

Pantai Green Bowl. Keindahan di Bali Selatan

Pantai Green Bowl

Sepertinya tidak ada pantai yang tidak indah di Bali. Setiap googling dengan kata kunci “pantai indah di Bali” hampir semua yang muncul ingin dikunjungi seperi Pantai Pandawa, Pantai Dreamland, Pantai Kuta, Pantai Balangan, Pantai Nusa Dua, Pantai Padang-padang, Pantai Blue Point, hingga Pantai Green Bowl. Dari banyaknya pantai keren di Bali, kali ini saya akan memberi sedikit gambaran mengenai Pantai Green Bowl. Kenapa Pantai Green Bowl? Karena pantai ini sangat unik. Unik kenapa? Let’s take a look!

Pantai Green Bowl atau yang sering juga disebut dengan Pantai Bali Cliff ini terletak 5.6 km dari Garuda Wisnu Kencana (GWK) atau 15 menit perjalanan menggunakan mobil. Letaknya bersebelahan dengan Pantai Pandawa, jadi saat kalian menemukan pertigaan yang menunjukan Pantai Pandawa belok ke kiri jalan, kalian harus mengambil jalan lurus yang menandakan Pantai Green Bowl. Tidak seperti jalanan menuju Pantai Pandawa yang bagai berjalanan membelah tebing, jalanan menuju Pantai Green Bowl seperti jalan di tengah hutan. Tidak jauh dari pertigaan tersebut, kalian sudah menemukan palang pintu yang tandanya harus membayar retribusi untuk masuk ke kawasan pantai ini. Cukup membayar Rp5.000 per orang kalian bisa langsung merasakan segarnya angin laut dari kejauhan.




Untuk ukuran pantai indah yang pastinya akan mengundang banyak wisatawan, tempat parkir di sini tidak terlalu luas, jadi kalian harus datang lebih awal selain untuk mendapatkan tempat parkir, datang lebih awal juga menyenangkan karena belum terlalu banyak wisatawan lain yang memadati pantai ini. Di sekitar parkiran, kalian bisa membeli makanan dan minuman karena tersedia beberapa warung yang bisa kalian bawa ke pantai. Tapi, sampahnya jangan dibuang di pantai ya. Selain itu, ada juga ibu-ibu yang menawarkan gelang, sewa kain pantai dan jasa pijit. Kalau kalian tidak ingin membeli atau dipijit, jangan sekali-sekali menanyakan harga atau menawar ya, karena kalian akan terus diikuti. Jika kaki kalian langsung dipijit oleh salah satu dari mereka, bilang saja dengan halus dan sedikit tegas kalau kalian tidak ingin dipijit.

Setelah membeli perbekalan dan menyewa kain pantai, siap-siap menuruni anak tangga yang banyak banget dan jarak anak tangga ke anak tangga lainnya cukup tinggi! Karena masih semangat dan penasaran dengan keindahan pantai ini, menuruni berapapun anak tangga tidak jadi masalah walaupun sempat sedikit frustasi karena tidak sampai-sampai J . Tapi, setelah mulai terdengar ombak dan bunyi buih air laut, rasa capek semuanya hilang. Pasir putih yang halus, tebing tinggi yang diselimuti pepohonan, gradasi air laut yang cantik, dan goa-goa yang menjadi primadona di pantai ini membuat kesenangan tersendiri karena berhasil menemukan salah satu ciptaan tuhan yang terindah.

Anak tangga menuju Pantai Green Bowl

Pemandangan dari anak tangga terakhir

Segera masuk kedalam goa dan ambil foto dari dalam goa menghadap laut! Hasilnya beda dengan foto-foto di pantai yang lain. Ada dua goa besar yang bisa kalian masuki, yang satu goa kosong dan satu lagi goa tempat sembahyang. Kata ibu di pantai ini (ternyata ada ibu-ibu yang jual makanan dan minuman, sewa kain pantai dan jual gelang juga di sini!), kalian boleh memasuki goa tempat sembahyang tersebut, tetapi harus dijaga perilaku dan omongan. Boleh juga kok mengambil foto dari goa tersebut.


Dua goa yang bisa kalian masuki

Garis pantai ini tidak sepanjang Pantai Pandawa, tapi kalian bisa menikmati Pantai Green Bowl dengan berenang, berjemur, berfoto, membuat istana pasir, hingga bermain petak umpet (bisa mengumpat di balik karang-karang).  Walaupun sedang hujan, air di pantai ini tidak berwarna cokelat tapi tetap berwarna hijau dan biru. Hebat kan? Jadi, menjawab pertanyaan di atas, yang membuat unik pantai ini yaitu selain warna airnya tetap terjaga (tidak keruh), pantai ini juga memiliki goa-goa cantik yang bisa dimasuki dan tempat berlindung jika sedang hujan.

View dari tempat parkir. Biarpun gelap dan gerimis, tetap turun pantai.

Kalian tidak akan merasa bosan berlama-lama di pantai ini, kecuali hembusan angin yang semakin besar dan hujan. Mencari tempat bilas setelah bermandikan air laut berarti kalian harus kembali ke atas dan artinya harus menaiki anak tangga yang jumlahnya 300 – 400! Sempat berhenti beberapa detik untuk menarik napas dan berjuang menaiki tangga lagi, cukup buat otot paha mengencang dan sakit beberapa hari, lho haha. Semangat!

Kamar mandi dan tempat bilasnya lumayan bersih, oleh karena itu kalian harus membayar Rp2.000 untuk buang air kecil dan Rp5.000 untuk mandi. Setelah selesai bermain-main di Pantai Green Bowl, bisa juga mampir di Pantai Pandawa untuk nongkrong sekadar minum air kelapa atau main-main air cantik di bibir pantai.


Selamat berlibur!

Kecantikan Pantai Balangan dari Atas Tebing

Pantai Balangan dari atas tebing


Berkunjung ke Pulau Bali seakan tidak ada habisnya untuk dieksplor keindahannya, terutama pantai. Pernahkan kalian mendengar Pantai Balangan? Pantai ini sangat terkenal di kalangan netizen karena banyak sekali sudut-sudut di pantai ini yang instagramable banget. Kebanyakan netizen mengambil foto dari atas tebing yang langsung menghadap garis pantai yang memanjang hingga dibatasi tebing lainnya di kejauhan. Hasilnya? Bikin semua yang melihat foto tersebut ingin segera menjelajah pantai ini. Termasuk saya.

Cara menuju Pantai Balangan? Pantai ini tidak terlalu jauh dari bandar udara Ngurah Rai, hanya memakan waktu kurang lebih 40 menit dengan jarak 17 km karena terletak di Kuta Selatan, Jimbaran, Kabupaten Badung. Untuk menuju pantai ini, kalian bisa menyewa motor atau mobil sendiri karena tidak ada kendaraan umum atau bisa juga menggunakan taxi atau ojek online yang tersedia di Bali. Tapi, jika kalian menggunakan kendaraan online, kalian akan mengalami kesulitan saat kembali ke tengah kota, karena kebanyakan dari mereka tidak mau menjemput ke Pantai ini (alasannya karena terlalu jauh atau karena memang tidak diperbolehkan mereka menjemput di daerah pantai ini). Di sepanjang jalan, kalian akan menemukan kafe, restoran dan bar dengan interior unik-unik juga guest 
house/homestay dengan fasilitas sederhana hingga penginapan mewah.


Sesampainya di pintu masuk, kalian akan diminta untuk membayar retribusi sebesar Rp5.000/orang. Dari tempat parkir, kalian bisa memilih mau ke atas tebing atau langsung menginjak pasir putih Pantai Balangan. Jika kalian ingin melihat keindahan Pantai Balangan dari atas tebing, kalian harus berjalan ke kanan dan mendaki tanjakan yang tidak terlalu terjal juga tidak terlalu jauh. Dari tanjakan itu, jangan langsung menuju titik utama tebing, tapi kalian bisa berhenti di setiap titik karena angel foto akan terlihat lebih menarik dan bervariasi dengan perspektif yang berbeda-beda. Sebaliknya, jika kalian ingin langsung bermain air, kalian bisa langsung berjalan lurus dan menuruni beberapa anak tangga. Jika kalian sudah menginjak halusnya pasir putih, berarti kalian sudah sampai di Pantai Balangan!



Di pantai ini, kalian dapat menyewa payung atau hanya sekadar menggelar kain untuk berjemur. Di sini juga tersedia kamar mandi dan tempat bilas yang bisa digunakan dengan membayar Rp5000-Rp10.000. Banyak wisatawan asing dan domestik yang menikmati pantai ini, jadi kalau kalian ingin merasakan Pantai Balangan sebagai pantai pribadi, kalian bisa datang lebih pagi. Selain lebih sepi, akan lebih segar menikmati udara pagi hari langsung dari salah satu pantai terindah di Bali ini. Tak heran, jika pantai ini banyak dijadikan tempat romantis untuk melakukan pre wedding  karena halusnya pasir putih, view tebing dan garis pantai yang landai serta  gradasi air berwarna hijau dan biru.
Berlama-lama merasakan hembusan angin segar di pantai ini, kalian tidak usah khawatir kelaparan karena di pinggir pantai terdapat tempat makan yang menyediakan banyak menu makanan dan minuman dengan harga yang standard. Saya membeli Chicken Gordon Blue seharga Rp50.000 dan Omelete Rp25.000, untuk minuman air mineral seharga Rp6.000 dan coke Rp10.000 (untuk minuman kira-kira segitu).




Ada Santa di pantai!

Seusai mengeksplorasi Pantai Balangan, jangan langsung kembali ke penginapan karena kalian bisa langsung mampir ke Pantai Dreamland yang hanya kurang lebih 10 menit dan Pantai Bingin yang tidak kalah indahnya dengan Pantai Balangan. So, enjoy your beach trip!

Selasa, 31 Maret 2015

Mengatasi Perut Buncit dengan Jogging!


Punya badan langsing yang proporsional memang jadi impian semua perempuan karena mau pakai pakaian apapun akan terlihat cocok-cocok saja. Lain halnya kalau kita punya masalah dengan perut buncit! Mau pakai dress ketat atau bikini sekalipun (edisi liburan) pasti bikin ga pede kan? Oleh dari itu, buat kamu yang punya masalah dengan perut buncit, harus rajin-rajin olahraga terutama jogging yang sangat efektif membakar lemak di perut.

Kamu bisa lari-lari kecil keliling komplek rumah atau di tempat gym dengan treadmil pada pagi atau sore hari, bahkan malam hari sepulang rutinitas kerja selama 30 menit pun sudah cukup. Untuk hasil yang maksimal, kamu harus melakukannya dengan rutin agar lemak yang menumpuk di daerah perut dan sekitarnya terbakar sedikit demi sedikit. Usahakan isi perut 2 jam sebelum jogging dengan makanan yang bergizi dan rendah lemak jahat. Hindari gorengan!

Selain itu, yang terpenting ketika hendak melakukan jogging adalah memilih sepatu yang nyaman dan aman dipakai. Pilih sepatu khusus untuk running karena model dan fungsinya sudah dirancang khusus untuk melindungi kaki, seperti Nike running shoes yang memang sudah menjadi pilihan semua orang. Modelnya yang keren dan bahannya yang ringan dan lentur sangat memengaruhi kualitas kamu saat berlari lho. Kamu bisa kunjungi www.zalora.co.id buat liat pilihan koleksi sepatu Nike running shoes dan bisa langsung mendapatkannya dengan cepat tanpa menghabiskan waktu pergi ke mall. 


Cukup isi shopping bag kamu lalu lakukan pembayaran, Nike running shoes kamu akan segera sampai ke rumah kamu. Jika ukuran sepatu tidak sesuai, kamu bisa menukarnya dengan ukuran lain. Mudah kan? Jadi semangat untuk mengecilkan perut kan sekarang? J


Pilih sepatu jogging yang tepat, jogging dengan rutin, dan makan makanan yang tidak mengandung lemak jahat akan membuat perut buncit kamu hilang dengan sendirinya dan dress-dress keren dan seksi bisa kamu pakai dengan penuh percaya diri deh! Good luck, guys!

Sabtu, 17 Mei 2014

Empat Musim dalam Satu Tahun

sumber: google.com

Kalau punya kemampuan basic suatu bahasa, apapun, seharusnya dikembangin terus supaya ga lupa. Dalam konteks ini saya belajar bahasa Belanda :D. Caranya dengan membaca artikel-artikel bahasa tersebut, menonton acara yang menggunakan bahasa yang dipelajari, bicara sendiri dalam hati dengan merangkai kata-kata yang tidak terlalu kompleks, hingga yang paling menyenangkan adalah mendengarkan lagu!

Cara yang terakhir yang saya pakai buat meremind otak, yaitu dengan mendengarkan lagu berbahasa Belanda lalu iseng-iseng tulis liriknya. Sedengernya aja. Lagunya juga bukan lagu-lagu populer saat ini, tapi lagu yang khusus untuk pelajar pemula bahasa Belanda.

Yaa biarpun ada beberapa yang kurang pas, tapi not bad lah :""


"Twaalf Maanden In Een Jaar"




In de zomer schijnt de zon
Ik zit buiten op balcon
Hier veel mensen die zijn blij
In de zomer ben ik vrij

En in de herfst toon wij het film
De bomen worden rood en geel
Mensen in het regen gaan
Met een regenjas eraan

Twaalf maanden in een jaar
Vier seizoenen na elkaar
Twaalf maanden in een
Twaalf maanden in een jaar

In de winter op het ijs
Sneeuw en  koude lucht is grijs
Ik drag wanten en een sjal
Alle bomen die zijn kaal

In de lente ben ik blij
Jongen dieren springen in de wei
De bloemen bloeien mooi van kleur
Alles groenen vijf van geur

Twaalf maanden in een jaar
Vier seizoenen na elkaar
Twaalf maanden in een

Twaalf maanden in een jaar

Seru aja lagu sama liriknya. Lagu tentang musim-musim di Negri Kincir Angin yang ada empat; zomer, herfs, winter, dan lente.
Kalau di Indonesia jadi droog sama regen kali ya :D

Sabtu, 12 April 2014

Perjalanan Menuju Pulau Bintan, Destinasi Pantai Lagoi

Amazing Bintan, amazing island! Mungkin itu ungkapan yang terucap ketika mengunjungi pulau kecil ini.

Welcome to Bintan Island

Ketika menapakkan kaki di Bandara Hang Nadim, Batam sudah terasa sekali aroma keindahan alam yang akan segera menyambut kedatangan saya. Dari bandara, saya segera naik taxi menuju pelabuhan untuk melakukan perjalanan laut. Selama perjalanan menuju pelabuhan, saya terkagum-kagum melihat suasana Batam yang hijau, dan jalanan panjang yang kanan kirinya bagaikan savana, seperti jalan di film-film cowboy. Terletak tidak jauh dari Pulau Batam, Pulau Bintan memiliki keeksotisan alam yang sangat indah. Untuk menuju ke daerah ini, cukup menaiki speedboat yang berkisar IDR20.000-30.000an selama 20 menit. Lajunya kapal melawan deburan ombak mengingatkan saya berada di salah satu wahana di Dufan :D. Apabila hentakan demi hentakan sudah tidak terasa lagi, itu tandanya kapal sudah tiba di Tanjung Uban, pelabuhan utama Pulau Bintan.

Perjalanan belum usai, dari Tanjung Uban saya harus melakukan perjalanan darat lagi dengan menyewa taxi seharga IDR200.000 ke tempat tujuan, Pantai Lagoi. Tidak seperti taxi-taxi pada umumnya yang bermodel mobil sedan, di Bintan taxi yang ditawarkan adalah mobil pribadi, tidak ada merk khusus dan label "Taxi" pada bagian atas mobil. Perjalanan panjang selama 45 menit menuju daerah tujuan, terbayarkan setelah tiba di Pantai Lagoi. Waaaahhh kereeeennn. Pasirnya putih, resortnya keren, airnya jernih, udaranya sejuk bebas polusi, dan yang paling menakjubkan adalah ketika malam hari tiba terdapat sungai langit yang berisikan bintang-bintang yang belum pernah saya lihat sebelumnya di tempat manapun. Menurut film yang pernah saya tonton, Kobo Chan, sungai laut dapat muncul ketika lampu-lampu di sekitar daerah tersebut tidak terlalu banyak sehingga cahaya bintang dapat terlihat dengan jelas. Di Bintan sendiri mungkin karena belum banyak lampu-lampu besar yang menyala pada malam hari, tidak seperti Jakarta, sehingga sungai lautpun berani menampakan dirinya deh :))

Pantai Lagoi, Bintan Utara

Bebatuan yang besar, seperti di film Laskar Pelangi, hehe

Udaranya sejuk bebas polusi

Resort-resort yang berada di Bintan cukup jauh dari pemukiman warga, namun beberapa resort menyediakan angkutan umum khusus untuk mengunjungi tempat-tempat perbelanjaan sehingga wisatawan tidak usah khawatir untuk bepergian, seperti bis kuningnya UI. Namun, jika ingin mengelilingi daerah ini wisatawan bisa menyewa mobil seharga IDR300.000an perhari dan motor IDR100.000an per hari.

Berada di sebuah tempat yang jauh dari kebisingan ibu kota memang bagaikan suatu terapi psikologis tersendiri, terlebih tempat tersebut memiliki fasilitas-fasilitas menarik yang membuat otak fresh kembali, seperti permainan golf, trapeze, yoga, spa, tennis, mangrove trip, dan lain-lain.

Pantai-pantai di Indonesia memang kaya akan keindahan alam dan bawah lautnya, tak heran wisatawan asing ramai-ramai mengunjungi Indonesia sehingga di manapun pantainya di situ selalu terdapat wisatawan asing seperti di Bintan, Lombok, Bali, Bangka Belitung, dan tempat-tempat indah lainnya.



Jumat, 11 April 2014

Musical Prologue 2 "Let The Music Explain" - AVC



Musical Prologue has been released on February 23th 2013 at Salihara Theater! Jika pada Musical Prologue pertama mengusung tema "Ketika Musisi Bicara Cinta", kali ini Musical Prologue 2 mengambil tema "Let The Music Explain". Sebelum membahas tentang tema yang dipakai kali ini, saya akan menjelaskan sedikit mengenai cerita dibalik Musical Prologue kedua ini.

Pertunjukan seni musik orkestra pada Musical Prologue 2 ini tidak hanya mempersembahkan lagu-lagu dan musik dengan aransemen yang luar biasa, namun dibalik pertunjukan tersebut terdapat kisah yang diceritakan melalui alunan nada-nada indah yang diperdengarkan .Berhubung masih beraroma Valentine, karena diselenggarakan di bulan Februari, kisah tersebut bertemakan cinta mengenai kehidupan sepasang insan manusia, laki-laki dan perempuan, yang sudah saling mengenal semenjak kecil dan tumbuh dewasa bersama-sama. Seiring berjalannya waktu, perasaan saling menyayangi dan mencintai perlahan-lahan muncul diantara keduanya, namun tidak satu pun dari mereka yang  berani mengungkapkannya hingga perasaan tersebut cukup dipendam dan disimpan rapat-rapat. Suatu ketika si perempuan mendadak dijodohkan oleh keluarganya untuk segera menikah (FTV banget ya). Pernikahan yang hanya menghitung hari membuat si lelaki galau setengah mati; ingin segera mengungkapkan perasaannya tapi takut si perempuan tidak merasakan apa yang ia rasakan, ingin berdiam diri dan membiarkan pernikahan itu terjadi tapi ia akan membawa rasa penyesalan itu hingga mati. Hingga akhirnya si lelaki memutuskan menemui si perempuan untuk segera mengungkapkan perasaannya dengan bermodal keyakinan, perasaan cinta yang tulus, dan seikat bunga mawar. Si perempuan yang sejak diberitahukan tentang perjodohan itu pun merasakan hal yang sama dengan si lelaki, ia telah merasakan sesuatu yang lebih untuk si lelaki bahkan jauh dari apa yang si lelaki rasakan. Terhanyut lamunannya, si perempuan dibuat tersadarkan diri ketika mendapat kabar dari kerabatnya bahwa si lelaki telah meninggalkan alam dunia ini dalam perjalanannya menjemput cintanya.

Empat puluh tahun kemudian, berdiri seorang perempuan yang sudah ringkih di samping makam dengan membawa seikat bunga mawar seorang diri. Perempuan tersebut tetap menjaga dirinya dan percaya bahwa ia akan dipertemukan oleh jodohnya di alam yang berbeda.

Poster Musical Prologue 2

Kurang lebih ceritanya seperti itu.
Dari cerita tersebut, maka diusunglah tema "Let The Music Explain", karena ketika kita tidak dapat menjelaskan sesuatu terutama mengenai perasaan, biarkan musik yang menjelaskan. Lagu-lagu dan musik yang dibawakan pada konser kedua AVC ini menjelaskan secara kronologis kehidupan dua insan manusia tersebut. Mulai dari lagu Friend - Mocca, Roman Picisan (Mukadimah) - Dewa 19, Dealova - Once, There you'll be - Faith Hill, hingga To Where You Are - Josh Groban. Yang tidak kalah seru, musik-musik romantis dan dramatis juga menjadi andalan dalam konser ini, seperti Overture, Fragmen 1, Fragmen 2, dan Finale yang disisipi oleh puisi-puisi yang menyentuh kalbu. Selain itu, AVC mempersembahkan khusus 'Opening Team' yang membawakan lagu Only Hope nya Mandy More.


All player, conductor, MC, singer, and poet


Open gate dimulai pukul 6.30 pm, close gate pukul 7.00 pm. Pertunjukan memakan waktu satu setengah jam, sehingga konser musik orkestra ini selesai pukul 8.30 pm. Selama pertunjukan, penonton  cukup hening dan tenang menikmati setiap alunan nada perpaduan antara violin, viola, cello, dan combo (drum, guitar, bass)

Setelah Finale selesai dimainkan, MC membacakan seluruh nama pemain dan orang-orang yang terlibat dalam konser ini. Tidak lupa menyebutkan sponsor dan media partner yang terlibat. Setelah selesai disebutkan, pemain masuk ke backstage dan konser pun selesai. Bukan AVC namanya kalau sesudah acara langsung pulang, semua pemain yang dari backstage muncul kembali kaya abis main petak umpet untuk berfoto-foto dengan teman-teman, keluarga, bahkan dengan sesama pemain. Flash on or off, pose, and capture! Saatnya perbanyak koleksi foto. Yippi


Violin 1, 2, and 3


Girls're on fire! :')


See you on Musical Prologue 3 or another concert, guys!